“Under Paris” adalah movie horor aksi asal Prancis yang disutradarai oleh Xavier Gens. Ceritanya berpusat pada Sophia, seorang ilmuwan kelautan yang mengalami trauma setelah kehilangan rekan-rekannya akibat serangan hiu bernama Lilith di Great Pacific Garbage Patch. Beberapa tahun kemudian, Lilith muncul kembali di Sungai Seine, Paris, menjelang Kejuaraan Triathlon Dunia. Sophia bekerja sama dengan Adil, komandan polisi sungai, untuk menghentikan ancaman tersebut sebelum terjadi bencana besar.
Mengapa “Under Paris” Begitu Trending?

Sejak dirilis pada 5 Juni 2024 di Netflix parapuan, “Under Paris” langsung menarik perhatian penonton global. Film ini mencatatkan lebih dari 130 juta penayangan dan menjadi film berbahasa non-Inggris kedua terpopuler di platform tersebut. Keunikan cerita, setting yang tidak biasa, dan pesan lingkungan yang kuat membuatnya berbeda dari film hiu lainnya.
Keseruan Film “Under Paris”
“Under Paris” menawarkan ketegangan yang intens dengan adegan-adegan aksi yang mendebarkan. Salah satu momen paling menegangkan adalah saat pengejaran Lilith di catacombs bawah Paris, yang memanfaatkan suasana gelap dan sempit untuk meningkatkan ketegangan. Efek visual yang memukau dan penggunaan lokasi ikonik Paris menambah daya tarik film ini.
Hal Menarik di Film “Under Paris”
Pesan Lingkungan: Film ini menyoroti dampak pencemaran laut dan perubahan iklim terhadap kehidupan laut, dengan Lilith sebagai simbol dari konsekuensi tersebut
Setting Unik: Menggunakan Sungai Seine dan catacombs Paris sebagai latar, memberikan nuansa baru dalam genre film hiu
Karakter Kuat: Sophia, sebagai protagonis, menunjukkan perkembangan karakter yang menarik, dari trauma hingga keberanian menghadapi ancaman.
Akhir Mengejutkan: Tanpa memberikan spoiler, akhir film ini menawarkan twist yang tidak terduga dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.
Pengalaman Pribadi Menonton Under Paris: Niatnya Cuma Nonton Biasa, Eh Malah Deg-degan Sendiri!
Saya nonton Under Paris itu malam-malam, awalnya iseng aja karena udah sering liat muncul di daftar trending Netflix. Dalam hati bilang, “Ah, paling juga film hiu gitu-gitu aja…” Tapi ternyata, saya salah besar.
Begitu masuk ke adegan pembuka di mana Sophia dan timnya menyelam di laut Pasifik, langsung kerasa tegang. Jujur, saya nggak nyangka film dari Prancis bisa ngasih vibes seperti gabungan Jaws sama The Meg, tapi dikasih bumbu realita dan trauma psikologis.
Yang bikin tambah deg-degan, suasananya tuh nggak lebay. Adegan kejar-kejaran di bawah sungai Seine itu beneran bikin saya nahan napas. Bahkan saya sempat pause film cuma buat tarik napas—se-ngaruh itu!
Dan tahu nggak sih? Salah satu hal paling nyebelin dan sekaligus keren adalah saat warga Paris tetap ngotot ngadain lomba triathlon meski udah dikasih tahu soal keberadaan Lilith si hiu raksasa. Aduh, itu kayak ngeliat keputusan bodoh di film horor tapi… masuk akal sih. Soalnya di dunia nyata, kadang ego manusia memang kayak gitu: lebih peduli sama gengsi dan event global daripada keselamatan.
Yang Bikin Film Ini Nempel di Kepala: Hiu, Paris, dan Manusia Keras Kepala
Biasanya film hiu latarnya itu-itu aja: lautan terbuka, pantai tropis, atau lab bawah laut. Tapi Under Paris pakai sungai Seine sebagai lokasi serangan hiu? Itu mind-blowing buat saya. Sungai yang biasanya identik dengan turis romantis di atas kapal, mendadak jadi lokasi horor. Itulah genius-nya film ini.
Dan jangan lupakan karakter Lilith—si hiu yang bukan cuma gede, tapi pinter dan ganas. Dalam hati saya mikir, ini hiu kok kayak tahu aja jalur-jalur bawah tanah di kota? Tapi di situ juga letak daya tariknya. Film ini memang fiksi, tapi dibalut logika ilmiah dan kritik sosial.
Lalu ada tema penting yang pelan-pelan dibangun: tentang perubahan iklim dan dampak sampah plastik di laut. Awalnya saya kira film ini cuma mau kasih jump scare, eh ternyata ada pesannya juga. Ketika hiu yang seharusnya hidup di laut muncul di sungai perkotaan, itu seperti metafora bahwa alam udah bener-bener jenuh sama ulah manusia.
Pelajaran yang Saya Petik (dan Harusnya Kita Semua Juga)
![REVIEW] Film Hiu Terbaik 'Under Paris' Sejak 'Deep Blue Sea' Mungkin Lebih Baik](https://ihorror.com/wp-content/uploads/2024/06/UP.jpg)
Ini yang paling saya suka dari Under Paris—filmnya bukan cuma hiburan, tapi juga bahan refleksi. Ada tiga pelajaran yang menurut saya penting banget:
1. Jangan remehkan sinyal bahaya
Sophia udah berusaha peringatkan banyak pihak tentang Lilith, tapi karena ego dan kepentingan politik, semua ditolak mentah-mentah. Ini ngingetin saya pada kejadian-kejadian nyata di dunia: soal perubahan iklim, soal pandemi dulu, atau soal bencana alam yang selalu dianggap enteng—sampai akhirnya telat.
2. Lingkungan itu bukan tempat buangan
Lilith awalnya ditemukan di Great Pacific Garbage Patch—tumpukan sampah di tengah samudra. Nah, ini kayak tamparan keras buat kita semua yang masih buang plastik sembarangan. Bayangkan, akibat satu kebiasaan buruk, bisa muncul bencana sebesar itu.
3. Trauma butuh waktu dan proses untuk sembuh
Saya suka banget perkembangan karakter Sophia. Dia nggak langsung jadi “pahlawan”, tapi harus berhadapan dengan ketakutan masa lalu, penolakan dari orang lain, dan tekanan moral yang besar. Ini ngingetin saya bahwa healing itu nggak instan, tapi bisa jadi sumber kekuatan kalau kita hadapi dengan jujur.
Hal-Hal Kecil Tapi Bikin Nagih di Film Ini
Oke, saya tahu ini agak receh, tapi beberapa hal kecil di film ini justru bikin saya makin betah nontonnya:
Soundtrack dan scoring-nya ngeri tapi enak didengar. Setiap kali Lilith muncul, musiknya bikin bulu kuduk merinding. Ada elemen electronic yang halus, tapi intens.
Kamera dan sinematografinya rapi banget. Paris yang biasanya glamor dan cerah jadi tampak suram dan mencekam. Apalagi bagian catacombs… duh!
Detail teknis menyelam dan sains kelautannya cukup masuk akal. Saya memang bukan ahli biologi laut, tapi saya suka waktu film ini menjelaskan hubungan antara ekosistem, suhu air, dan pergerakan predator.
Pelajaran Dari Film Under Paris yang Bikin Tegang Tapi Nagih
Jujur aja, gue tuh nggak nyangka bakal seseru ini. Awalnya cuma mau iseng nonton karena lihat Under Paris trending di Netflix. Tapi baru 10 menit pertama, deg-degannya udah dapet! Gimana nggak, pembukaan film langsung dikasih adegan hiu raksasa di tengah laut yang bikin gue langsung nahan napas. Bukan adegan pas-pasan kayak film B-movie, tapi ini seriusan digarap rapi banget.
Yang bikin seru tuh bukan cuma adegan hiunya aja, tapi juga konflik antarmanusia yang makin kerasa intens. Antara tokoh utama Sofia yang seorang ilmuwan laut, pihak berwenang kota Paris yang cuek, dan para aktivis lingkungan yang keras kepala—semuanya bikin cerita makin kompleks. Jadi nggak cuma soal lari dari hiu, tapi juga tentang ego dan keputusan manusia yang kadang sembrono.
Ada momen-momen di film ini yang bikin gue spontan ngomong “Gila!”—kayak pas hiunya muncul di tengah sungai Seine pas festival olahraga air. Gue bener-bener ngerasa kayak lagi nonton campuran Jaws sama The Day After Tomorrow tapi versi urban dan kekinian. Serunya dapet, tegangnya dapet, dramanya juga dapet!
Catatan buat yang nonton: jangan ngeremehin bagian awal. Walau agak lambat, itu semua dibangun buat ledakan adegan-adegan gila di paruh kedua film. Gue sempat mikir, “Ah ini mah biasa aja.” Tapi ternyata disitu jebakannya. Begitu lo lengah, langsung digebuk adegan mengejutkan yang bikin gak sempat ngelirik HP.
Baca juga artikel menarik lainnay tentang Despicable Me: Petualangan Gru dan Minion yang Menghibur disini





